9.22.2012

plan A

Aku menghampirinya. Tangannya mendekap beberapa buku. Ada sesuatu yang tidak beres, matanya mengisyaratkan mendung akan jatuh.

"Sini, aku bantu."

Dia diam.

"Mengapa? Baiklah, jika kamu tidak mau aku bantu." Aku menggodanya.

Dia menatapku dengan matanya yang mungil.

"Sekarang orang tuaku tahu tentang hubungan kita." Suaranya pelan.

"Jadi?"



"Mereka mengatakan kepadaku untuk berpikir tentang masa depan dan kenyataan."

"Apa maksudmu?" Aku penasaran.

"Kita berbeda. Dunia kita berbeda. Kita berpikir dengan cara yang berbeda. Bagaimana kita dapat merasakan satu sama lain sedang kita beda?"

Aku tersenyum padanya, "Aku tidak berpikir tentang itu. Justru itu cukup untuk melengkapi kita."

"Melengkapi kita? Kamu bahkan tidak memikirkan masa depan kita?"

"Aku kira kita bisa membuatnya bersama-sama." Aku memandang sekitar. Napas kuatur perlahan. "aku sudah memikirkan masa depan kita untuk sementara. Sebuah rencana untuk masa depan."

Dia tetap mendiam.

"Masa depan kita adalah, ketika aku telah menuntaskan pendidikan aku akan mencari pekerjaan. Bagamanapun itu. Kemudian kita akan menikah. Kita akan memiliki dua anak, atau tiga mungkin. Pada saat itu aku berusia 38 tahun dan kamu tak jauh dari itu. Pada saat itu tak seorang pun akan peduli tentang itu. Ketika waktu itu datang, kamu tetap cantik. Tidak akan berubah. Mungkin cara kita mencintaipun tak pernah bergeser. apa kamu tahu, dalam hidup aku telah memilih semuanya sendiri. Hanya saja satu hal yang tak dapat aku pilih. Aku tak dapat memilih untuk mengulang waktuku. Tapi sekarang aku bisa memilih sisa waktuku untuk bersamamu. Setiap pagi, sebelum aku berangkat kerja, aku ingin kamu menyediakan sarapan untukku atau mungkin sedikit merapikan tatanan rambutku yang berantakan.
Mengapa kamu menangis?
Kamu tidak ingin masa depan kita aku yang merencanakan?”


Dia menggenggam tanganku erat. Erat sekali.





-adaptasi dari dialog antara Sa dan Bass (first kiss)-

3 komentar:

  1. Ada orang seperti Bass di dunia ini. Banyak orang seperti Sa di dunia ini. Dan mungkin, sedikit kisah First kiss di dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak lingkaran semesta yang bekerja sama untuk menyusun sebuah ketepatan yang nyaris sama

      Hapus
  2. seperti meteor-meteor yang bertebaran di angkasa. selalu nyaris bertabrakan. sayangnya, hanya sesekali kita menyaksikan mereka benar-benar beradu kekuatan. benar-benar sesekali.

    BalasHapus

apa ya?