Aku menghampirinya. Tangannya mendekap beberapa buku. Ada
sesuatu yang tidak beres, matanya mengisyaratkan mendung akan jatuh.
"Sini, aku bantu."
Dia diam.
"Mengapa? Baiklah, jika kamu tidak mau aku bantu."
Aku menggodanya.
Dia menatapku dengan matanya yang mungil.
"Sekarang orang tuaku tahu tentang hubungan kita."
Suaranya pelan.
"Jadi?"
"Mereka mengatakan kepadaku untuk berpikir tentang masa
depan dan kenyataan."
"Apa maksudmu?" Aku penasaran.
"Kita berbeda. Dunia kita berbeda. Kita berpikir dengan
cara yang berbeda. Bagaimana kita dapat merasakan satu sama lain sedang kita
beda?"
Aku tersenyum padanya, "Aku tidak berpikir tentang itu.
Justru itu cukup untuk melengkapi kita."
"Melengkapi kita? Kamu bahkan tidak memikirkan masa
depan kita?"
"Aku kira kita bisa membuatnya bersama-sama." Aku
memandang sekitar. Napas kuatur perlahan. "aku sudah memikirkan masa depan
kita untuk sementara. Sebuah rencana untuk masa depan."
Dia tetap mendiam.
"Masa depan kita adalah, ketika aku telah menuntaskan
pendidikan aku akan mencari pekerjaan. Bagamanapun itu. Kemudian kita akan
menikah. Kita akan memiliki dua anak, atau tiga mungkin. Pada saat itu aku
berusia 38 tahun dan kamu tak jauh dari itu. Pada saat itu tak seorang pun akan
peduli tentang itu. Ketika waktu itu datang, kamu tetap cantik. Tidak akan
berubah. Mungkin cara kita mencintaipun tak pernah bergeser. apa kamu tahu,
dalam hidup aku telah memilih semuanya sendiri. Hanya saja satu hal yang tak
dapat aku pilih. Aku tak dapat memilih untuk mengulang waktuku. Tapi sekarang
aku bisa memilih sisa waktuku untuk bersamamu. Setiap pagi, sebelum aku
berangkat kerja, aku ingin kamu menyediakan sarapan untukku atau mungkin sedikit
merapikan tatanan rambutku yang berantakan.
Mengapa kamu menangis?
Mengapa kamu menangis?
Kamu tidak ingin masa depan kita aku yang merencanakan?”
-adaptasi dari dialog
antara Sa dan Bass (first kiss)-
Ada orang seperti Bass di dunia ini. Banyak orang seperti Sa di dunia ini. Dan mungkin, sedikit kisah First kiss di dunia ini.
BalasHapusbanyak lingkaran semesta yang bekerja sama untuk menyusun sebuah ketepatan yang nyaris sama
Hapusseperti meteor-meteor yang bertebaran di angkasa. selalu nyaris bertabrakan. sayangnya, hanya sesekali kita menyaksikan mereka benar-benar beradu kekuatan. benar-benar sesekali.
BalasHapus