Apa kamu masih ingat bagaimana kita menjalin rasa? Menari di
atas pentas dan sesekali bercengkrama dengan bayang?
Aku tak habis pikir, pertemuan sederhana itu membuatku insomnia akut sepanjang hari.
Mengapa kamu masih diam setiap mata kita bercengkrama sedang hati kita bergetar menjadi sedenyut saja?
Apa kamu pernah bercermin? Memandang sebentuk
bayangan mungil, imut, cantik, segaris senyum berseri, dan
beberapa pendukung keanggunan wanita lainnya. Pernah terselip satu tanya,
“bagaimana bisa seorang yang tampan sebegitu mencintai makhluk kecil ini?” tak
perlu heran karena aku pun juga masih heran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
apa ya?