12.31.2013

what if

'Lebih baik mencintai daripada dicintai' 
apakah pepatah ini masih menjamin kebahagiaan dan kedamaian hidup? 

Bagaimana jika kita mencintai seseorang tapi orang itu tidak mencintai kita? 

Bagaimana jika kita sudah mendapatkan seseorang tapi hatinya masih untuk orang lain? 
Bagaimana jika kita menjalin hubungan tanpa komunikasi? 
Bagaimana jika pasangan kita jatuh cinta diam-diam dengan orang lain terlebih pada mantan kekasihnya? 
Bagaimana jika cinta kita memang bertepuk sebelah tangan? 
Bagaimana jika.......? 
Bagaimana jika.......? 
Bagaimana jika.......? 
Dan, bagaimana jika masih ada segudang tanda tanya yang tidak mampu terjawab? 


Apa yang harus kita perbuat dengan berbagai pertanyaan yang telah menghantui kita? Bagaimana jika kita mengalami hubungan seperti itu? 

Kita tetap mempertahankan hubungan itu sementara pasangan kita merasa tidak nyaman dan kita juga merasa tak dianggap. Atau, kita melepasnya dengan orang yang mereka cintai sementara kita akan hancur berkeping-keping. Tahu sendiri kan, kalau sudah hancur mana bisa kembali sempurna. Meskipun sudah sedia obat sebelum jatuh tapi bekas luka itu masih tersisa. 


Bagaimana jika kita memilih lampu merah dengan konsekuensi beralih mencari jalan baru, ataukah memilih lampu hijau dengan satu jalan dan pada akhirnya menemukan jalan buntu?




-catatan dari moru-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa ya?