12.21.2012

saat cinta tinggal usia


Kamu ingat? Dulu di awal kita bertemu, aku menolongmu dari dua pria yang hendak melecehkanmu. Saat itu aku seperti seorang superhero yang menghajar mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka kubuat babak belur. Hebat, kan? Memang tidak masuk akal, tubuh tinggiku yang ceking menang atsa dua pria berpawakan preman. Tapi sepertinya Tuhan begitu merencanakan pertemuan kita dengan cara ini. 

Kamu masih ingat, kan setiap detailnya?

12.10.2012

sepotong tanya


Dulu ketika masih SMA, pernah ada acara bedah buku di sekolah. Aku lupa siapa dan apa buku yang dibedah. Saat itu aku delapan belas tahun. Dan saat itu pula tiga bulan sudah aku putus dengan pacarku. Dan parahnya lagi mantan pacarku juga berada di ruang yang sama, di acara bedah buku. Aneh, nyesek, dan pengen pipis. Acaranya sebenarnya biasa saja, seorang penulis yang berbagi pengalaman dengan peserta bedah buku. Tetapi aku masih ingat ada bagian yang sempat membuat bulu hidungku berdiri. Potongan memori yang masih teringat hingga kini. Mas yang membedah buku melontarkan sebuah pertanyaan kepada kami,

12.02.2012

Joke So Cool Bukan Manusia Biasa

Berawal dari nonton film Suckseed kemudian ATM Error dan berakahir pada Saranae Siblor (sebuah film tentang Che Guevara versi Thailand yang ada robot Transformers-nya) saya secara sadar melawan arus dunia hiburan. Di saat para remaja khususnya kaum wanita demam K-POP, saya justru terjangkit Thai-POP. Baik film, lagu, dan bahasa gaul yang berabau Thailand saya suka. Suka sekali. Sekali.

Banyak film yang kualitas ceritanya menarik dan juga musiknya yang tidak kalah sensasional. Salah satunya yang mengundang decak kagum dan fanatisme radikal bebas adalah grup band yang bernama So Cool. Sangat keren. Band  yang digawangi oleh Joke sebagai vokalisnya ini terkenal bukan karena lagu-lagunya. Tetapi karena si Joke So Cool bermain di tiga film (yang saya sebutkan di atas tadi) berperan yang tidak penting. Maksud saya kurang penting.