9.22.2012

plan A

Aku menghampirinya. Tangannya mendekap beberapa buku. Ada sesuatu yang tidak beres, matanya mengisyaratkan mendung akan jatuh.

"Sini, aku bantu."

Dia diam.

"Mengapa? Baiklah, jika kamu tidak mau aku bantu." Aku menggodanya.

Dia menatapku dengan matanya yang mungil.

"Sekarang orang tuaku tahu tentang hubungan kita." Suaranya pelan.

"Jadi?"

9.03.2012

coba kita ingat


Apa kamu masih ingat bagaimana kita menjalin rasa? Menari di atas pentas dan sesekali bercengkrama dengan bayang?

Aku tak habis pikir, pertemuan sederhana itu membuatku insomnia akut sepanjang hari. 
Mengapa kamu masih diam setiap mata kita bercengkrama sedang hati kita bergetar menjadi sedenyut saja? 

Apa kamu pernah bercermin? Memandang sebentuk bayangan mungil, imut, cantik, segaris senyum berseri, dan beberapa pendukung keanggunan wanita lainnya. Pernah terselip satu tanya, “bagaimana bisa seorang yang tampan sebegitu mencintai makhluk kecil ini?” tak perlu heran karena aku pun juga masih heran.