8.10.2010

heru ureh


dia adalah makhluk sebangsa manusia abnormal yang kalo makan menggunakan tangan kanannya (yaiyalah..masak pakek kaki kiri).aku mengenalnya karna kami satu kost dan sering tidur bareng satu kamar (jangan pikir aku homo). nama lengkapnya adalah
heru wicaksono, tapi di kampus dia biasa dipanggil boby, tapi sama temen SMAnya dulu dipanggil ureh, tapi sama mantan pacarnya dulu biasa dipanggl sayang. dulu saat masih semester satu, bukanya kuliah selayaknya mahasiswa lain, malah dia kerjaannya tiap hari tidur melulu. bisa dihitung berapa kali masuk kuliah, seingetku lima atau enam kali (ampuni dosanya Tuhan). banyak tingkah pola si heru ini. aku masih inget, waktu itu siang hari, heru berbaring disebelahku. memang tindakan mulia seorang mahasiswa kalau nggak ada kuliah adalah tidur. aku yang pada saat itu asyik-asyiknya memandangi langit-langit kamar yang tak jemu-jemu, tiba-tiba dikejutkan heru yang kejang-kejang tanpa sebab. aku mulai panik, tubuh heru yang krepeng, lebih mirip ikan teri kekurangan gizi, kupegangi berusaha untuk menenangkanya. ini orang mempunyai sakit step tahap prematur atau jangan-jangan setan penghuni kostan ini merasukinya gara-gara si heru jarang mandi. aku kekualahan, hampir saja aku berteriak ala cleopatra tapi dengan tiba-tiba pula kejang-kejangnya berhenti. saat ku toleh raut wajahnya, dia malah tersenyum penuh keautisan melihatku. sial. kemudian aku ketoilet untuk pipis.

dari dia pula aku belajar bagaimana meng"gombal" yang efektif dan tepat sasaran. meskipun dari luar dia lebih mirip primata, tapi kemampuan bergombalnya setara dengan kahlil gibran. kalo ndak percaya ini adalah salah satu karya terhebatnya

andai kamu adalah seperangkat alat make up
justru hatiku akan damai bila aku dilahirkan sebagai seorang banci
dengan begitu, aku akan slalu didekatmu!

lho.. yakan berisi petuah yang mengagumkan.
dari heru pula aku mengenal bagaiman mencintai dengan kejujuran. menurutnya mencintai dengan ketulusan belum tentu orang yang kita cintai menerima kita apa adanya, tapi dengan kejujuran orang bisa menerima kita dengan ketulusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa ya?