Kita tentu
tidak asing dengan namanya cokelat. Iya, makanan ajaib ini digandrungi penduduk
bumi. Makanan berwarna gelap ini sebenarnya memiliki rasa alami pahit tetapi
kandungan yang terdapat di dalamnya memiliki efek yang mampu menstimulus otak
merasa nyaman. Tidak heran bila orang menjadi kencanduan mengonsumsi cokelat. Apa
lagi bagi kaum wanita yang mempunyai indra pengcap yang lebih sensitif di lidah
dibanding pria.
Tanaman
cokelat tumbuh secara alami di daerah yang beriklim panas, tingginya
antara 5—6 meter,
berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning yang bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, panjangnya
antara 15—20 cm, mengandung biji seperti
kacang-kacangan antara 50—100 biji. Cokelat kali pertama dikonsumsi oleh bangsa Mesoamerika sebagai
minuman, bukan makanan, snack, apa lagi hidangan lebaran. Berbicara mengenai sejarahnya,
cokelat memiliki keajaiban
fakta yang perlu kita ketahui. Ada tiga fakta yang akan saya bahas di sini. Apa saja itu?
Bersiap-siaplah membeli cokelat!
Pertama, dahulu
kala kakao, atau biji cokelat yang belum diolah, berfungsi sebagai mata uang
oleh penduduk suku Aztek dan Maya. Konon dengan 10 biji kakao bisa membeli
seekor kelinci. Bayangkan saja sebegitu berharga sebutir kakao. Bila di-kurs-kan
dengan mata uang Indonesia kita dapat memperkirakan berapa rupiah 1 biji kakao.
Ambil misal harga 1kg daging kelinci sekarang berkisar Rp 60.000,- sedangkan
bobot seekor kelinci kira-kira 3kg. Jadi hitungannya seperti ini, enam puluh
ribu dikali tiga kemudian dibagi sepuluh dan hasilnya adalah Rp 18.000,-. Jadi 1
biji kakao dapat membeli rokok surya enam belas satu pack, secangkir kopi, dan
dua ote-ote bebas minyak. Yang lebih mengejutkan, suku Aztek dan Maya
mempercayai bahwa cokelat sesungguhnya adalah air mani para dewa yang jatuh ke
dunia. Hoekk!!
Kedua, di
Prancis ketika masa Napoleon berkuasa, cokelat menjadi makanan kelas
aristokrat. Tidak sembarang orang dapat mengonsumsi cokelat dimanapun dan
kapanpun. Jangan mengira pada zaman itu kita dapat membeli cokelat di
minimarket waralaba terdekat karena saat itu belum ditemukan indomaret atau
alfamart. Kalau ingin makan cokelat maka jadilah bangsawan atau berharap saja
nemu di jalan atau secara tidak sengaja Napoleon melihat wajah kalian yang
memelas karena ngidam cokelat, itupun kalau Napoleon mau ngasih. Saking ajaibnya cokelat maka tidak heran bila
Napoleon memasukan cokelat dalam daftar barang wajib bawa ketika berperang
selain pedang. Belakangan diketahui bahwa kandungan dalam cokelat ternyata
mampu menahan rasa lapar lebih lama bila kita memakannya dibandingkan okky
jelly drink.
Ketiga, di
zaman sekarang cokelat dijadikan sebagai lambang kasih sayang. Sebenarnya saya
sangsi untuk menyebut ini fakta atau sekadar opini belaka. Tetapi bila melihat
fakta lain yang dilakukan orang-orang untuk melambangkan kasih sayang adalah
memberikan hadiah cokelat kepada kekasih. Memang benar, menurut penelitian
cokelat memiliki zat yang bila dimakan akan menimbulkan perasaan bahagia. Maka
tidak heran bila seseorang ingin memberikan kebahagian untuk orang yang
dicintainya berupa cokelat. Inilah mengapa cokelat senantiasa menjadi hadiah
saat perayaan hari keempatbelas di bulan Februari. Dari segi filosofi, rasa
cokelat (sekarang) manis dan pahit menunjukan tentang risiko cinta itu sendiri.
Hoekk!!!
Berdasarkan
tiga fakta ajaib tentang cokelat di atas saya memberi simpulan bahwa cokelat adalah suatu benda ajaib yang mampu
mempengaruhi manusia. Cokelat dapat diartikan sebagai barang berharga mengingat
fungsinya dulu sebagai mata uang. Cokelat juga dapat mengidetifikasi status
sosial di masyarakat karena dahulu hanya kaum bangsawan saja yang mampu
menikmatinya. Dan cokelat dapat disimbolkan sebagai lambang sebuah cinta. Para
pria sering menghadiahkan kekasihnya cokelat sekadar untuk membuatnya senang.
Jadi bila ada pepatah yang bilang bahwa “yang dapat menghacurkan seorang pria
itu adalah harta, tahta, dan wanita” maka bagi kalian para pria hindarilah
cokelat. Karena cokelat mengandung tiga unsur tantangan dalam menjalani
kehidupan.
Waspadalah!
Waspadalah!!
Hoekk!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
apa ya?