2.14.2014

keajaiban cokelat

Kita tentu tidak asing dengan namanya cokelat. Iya, makanan ajaib ini digandrungi penduduk bumi. Makanan berwarna gelap ini sebenarnya memiliki rasa alami pahit tetapi kandungan yang terdapat di dalamnya memiliki efek yang mampu menstimulus otak merasa nyaman. Tidak heran bila orang menjadi kencanduan mengonsumsi cokelat. Apa lagi bagi kaum wanita yang mempunyai indra pengcap yang lebih sensitif di lidah dibanding pria.

Tanaman cokelat tumbuh secara alami di daerah yang beriklim panas, tingginya antara 5—6 meter, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning yang bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15—20 cm, mengandung biji seperti kacang-kacangan antara 50—100 biji. Cokelat kali pertama dikonsumsi oleh bangsa Mesoamerika sebagai minuman, bukan makanan, snack, apa lagi hidangan lebaran. Berbicara mengenai sejarahnya, cokelat memiliki keajaiban fakta yang perlu kita ketahui. Ada tiga fakta yang akan saya bahas di sini. Apa saja itu? Bersiap-siaplah membeli cokelat!

Pertama, dahulu kala kakao, atau biji cokelat yang belum diolah, berfungsi sebagai mata uang oleh penduduk suku Aztek dan Maya. Konon dengan 10 biji kakao bisa membeli seekor kelinci. Bayangkan saja sebegitu berharga sebutir kakao. Bila di-kurs-kan dengan mata uang Indonesia kita dapat memperkirakan berapa rupiah 1 biji kakao. Ambil misal harga 1kg daging kelinci sekarang berkisar Rp 60.000,- sedangkan bobot seekor kelinci kira-kira 3kg. Jadi hitungannya seperti ini, enam puluh ribu dikali tiga kemudian dibagi sepuluh dan hasilnya adalah Rp 18.000,-. Jadi 1 biji kakao dapat membeli rokok surya enam belas satu pack, secangkir kopi, dan dua ote-ote bebas minyak. Yang lebih mengejutkan, suku Aztek dan Maya mempercayai bahwa cokelat sesungguhnya adalah air mani para dewa yang jatuh ke dunia. Hoekk!!

Kedua, di Prancis ketika masa Napoleon berkuasa, cokelat menjadi makanan kelas aristokrat. Tidak sembarang orang dapat mengonsumsi cokelat dimanapun dan kapanpun. Jangan mengira pada zaman itu kita dapat membeli cokelat di minimarket waralaba terdekat karena saat itu belum ditemukan indomaret atau alfamart. Kalau ingin makan cokelat maka jadilah bangsawan atau berharap saja nemu di jalan atau secara tidak sengaja Napoleon melihat wajah kalian yang memelas karena ngidam cokelat, itupun kalau Napoleon mau ngasih.  Saking ajaibnya cokelat maka tidak heran bila Napoleon memasukan cokelat dalam daftar barang wajib bawa ketika berperang selain pedang. Belakangan diketahui bahwa kandungan dalam cokelat ternyata mampu menahan rasa lapar lebih lama bila kita memakannya dibandingkan okky jelly drink.


Ketiga, di zaman sekarang cokelat dijadikan sebagai lambang kasih sayang. Sebenarnya saya sangsi untuk menyebut ini fakta atau sekadar opini belaka. Tetapi bila melihat fakta lain yang dilakukan orang-orang untuk melambangkan kasih sayang adalah memberikan hadiah cokelat kepada kekasih. Memang benar, menurut penelitian cokelat memiliki zat yang bila dimakan akan menimbulkan perasaan bahagia. Maka tidak heran bila seseorang ingin memberikan kebahagian untuk orang yang dicintainya berupa cokelat. Inilah mengapa cokelat senantiasa menjadi hadiah saat perayaan hari keempatbelas di bulan Februari. Dari segi filosofi, rasa cokelat (sekarang) manis dan pahit menunjukan tentang risiko cinta itu sendiri. Hoekk!!!

Berdasarkan tiga fakta ajaib tentang cokelat di atas saya memberi simpulan bahwa  cokelat adalah suatu benda ajaib yang mampu mempengaruhi manusia. Cokelat dapat diartikan sebagai barang berharga mengingat fungsinya dulu sebagai mata uang. Cokelat juga dapat mengidetifikasi status sosial di masyarakat karena dahulu hanya kaum bangsawan saja yang mampu menikmatinya. Dan cokelat dapat disimbolkan sebagai lambang sebuah cinta. Para pria sering menghadiahkan kekasihnya cokelat sekadar untuk membuatnya senang. Jadi bila ada pepatah yang bilang bahwa “yang dapat menghacurkan seorang pria itu adalah harta, tahta, dan wanita” maka bagi kalian para pria hindarilah cokelat. Karena cokelat mengandung tiga unsur tantangan dalam menjalani kehidupan.

Waspadalah!

Waspadalah!!


Hoekk!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa ya?