10.27.2012

kata


            Apa jadinya bila manusia di masa depan direkayasa genetika sedemikian rupa hingga hanya mampu berucap seratus lima puluh kata tiap hari? Tentu kita akan mempertimbangkan begitu matang untuk menggunakan jatah kata kita agar tidak sia-sia. Selebihnya kita akan dituntut untuk memenuhi keinginan dengan tindakan bukan hanya sekadar membuang kata-kata.
          Di masa depan pasti teknologinya maju. Segala sesuatu menggunakan virtual sentuhan. Teknologi akan mempermudah kita melakukan aktifitas keseharian serba dengan gerakan. Entah dengan lentikan jari atau dengan kedipan mata kita. Tetapi yang jelas bukan dengan gerakan kedua bibir kita yang mengeluarkan suara. Bila kamu bertanya mengapa teknologi di masa depan lebih maju dari pada sekarang itu karena para ilmuan bekerja dengan tangan dan otaknya bukan dengan mulutnya. Karena jatah untuk berbicara manusia seratus lima puluh kata tiap hari. Tidak lebih.



            Pendidikan mengajarkan para siswanya untuk membaca tanpa bersuara. Dalam hati. Otak dan hati mereka yang mencerna aritmatika, fisika, kimia, maupun yang lainnya. Mereka akan diajari bahasa tuna wicara agar mudah berinteraksi mengutarakan pendapat atau saling bercanda ria. Dengan begitu porsi membaca mereka lebih banyak, wawasan lebih luas, dan tentunya perpustakaan akan menjadi jantung dari dunia pendidikan. Menjadi denyut kehidupan yang tak pernah berhenti. Tidak seperti sekarang yang sekarat dan nyaris mati.
            Para remaja, dewasa, ataupun orang tua, semua akan suka membuat buku harian. Menceritakan keluh kesahnya melalui tulisan. Ibu-ibu rumah tangga menghabiskan waktu luang dengan menulis. Tidak seperti sekarang, merumpi berjam-jam. Terkadang membuat hati orang terluka karena kata yang seharusnya tidak perlu digunakan.
            Lalu apa yang akan kita lakukan di masa depan? Tentunya aku tidak akan mengobral gombal  di depanmu. Aku akan menggunakan jatah kataku seperlunya. Memesan makanan di restauran favorit kita tak perlu beradu debat karena kita sudah menentukan apa yang akan kita makan sebelum berangkat. Kita tinggal tunjuk di daftar menu, memilih soto lamongan, nasi pecel, kornet, dua lemon tea. Tidak ada kata hanya sesekali saling melempar senyuman. Aku tak ingin menyia-nyiakan kata. Bila jatahku masih ada, aku dengan bangga akan berkata, “aku menggunakan seratus sepuluh kata hari ini.” Dan aku tahu kamu sudah menghabiskan jatah katamu. Aku  akan menatapmu dalam, kemudian berkata, “aku mencintaimu” sebanyak lima belas kali. Setelahnya kita kan menghabiskan malam dengan bergandeng tangan dan sesekali saling memandang. Karena kita saling tahu kata tak mampu mengungkapkan perasaan kita.
“Selamat ulang tahun.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa ya?