Apa jadinya bila manusia di masa
depan direkayasa genetika sedemikian rupa hingga hanya mampu berucap seratus
lima puluh kata tiap hari? Tentu kita akan mempertimbangkan begitu matang untuk
menggunakan jatah kata kita agar tidak sia-sia. Selebihnya kita akan dituntut
untuk memenuhi keinginan dengan tindakan bukan hanya sekadar membuang
kata-kata.
Di masa depan pasti teknologinya
maju. Segala sesuatu menggunakan virtual sentuhan. Teknologi akan mempermudah
kita melakukan aktifitas keseharian serba dengan gerakan. Entah dengan lentikan
jari atau dengan kedipan mata kita. Tetapi yang jelas bukan dengan gerakan
kedua bibir kita yang mengeluarkan suara. Bila kamu bertanya mengapa teknologi
di masa depan lebih maju dari pada sekarang itu karena para ilmuan bekerja
dengan tangan dan otaknya bukan dengan mulutnya. Karena jatah untuk berbicara
manusia seratus lima puluh kata tiap hari. Tidak lebih.