10.27.2012

kata


            Apa jadinya bila manusia di masa depan direkayasa genetika sedemikian rupa hingga hanya mampu berucap seratus lima puluh kata tiap hari? Tentu kita akan mempertimbangkan begitu matang untuk menggunakan jatah kata kita agar tidak sia-sia. Selebihnya kita akan dituntut untuk memenuhi keinginan dengan tindakan bukan hanya sekadar membuang kata-kata.
          Di masa depan pasti teknologinya maju. Segala sesuatu menggunakan virtual sentuhan. Teknologi akan mempermudah kita melakukan aktifitas keseharian serba dengan gerakan. Entah dengan lentikan jari atau dengan kedipan mata kita. Tetapi yang jelas bukan dengan gerakan kedua bibir kita yang mengeluarkan suara. Bila kamu bertanya mengapa teknologi di masa depan lebih maju dari pada sekarang itu karena para ilmuan bekerja dengan tangan dan otaknya bukan dengan mulutnya. Karena jatah untuk berbicara manusia seratus lima puluh kata tiap hari. Tidak lebih.

10.10.2012

sesaat sebelum bertemu denganmu, aku menulis daftar tanya di kepalaku


apakah kamu sudah makan hari ini?


di sekolah atau di kamar rahasiamu?




apakah harimu sebelum saat ini menyenangkan


dan sudah menyelesaikan setumpuk tugasmu?




apakah kamu masih suka mengemil dan mengabaikan


sedikit berat badanmu atau mengonsumsi sayur dan buah tomat?



10.04.2012

untuk dia yang selalu memberiku maaf


apa masih ini terasa sebuah permainan?
lalu siapa yang bersembunyi?
tinggal kita berdua yang ada di hati masing-masing

masih tidak ingin menanggungnya dengan empat pundak yang kita punya?
bukankah kita bisa menyelesaikannya bersama?
tidak. Aku tidak akan memilih untuk meninggalkanmu sendiri

bagaimana?
apa kita bisa memulainya sekarang?
aku akan memilih selalu kalah bila bersaing denganmu
aku akan selalu….


maaf, bila selalu seperti ini.