6.24.2012

Ruang Tunggu


Aku duduk di bangku peron terminal Purbaya. Clingak-clinguk masih menunggu nggak ada temennya. Panas menyergap ke segala penjuru. Kayaknya nereka sedang bocor halus, atau gara-gara matahari membuka cabang di mana-mana.
Semua orang tetap pada aktivitasnya. Begitu pula denganku, duduk, membaca buku Cinta Brontosaurusnya Raditya Dika sambil pikiran berkeliaran ke mana-mana. Kalau pikiranku ini diibaratkan tinja, tentunya udah dibuang ketika pertama kali di keluarkan.
Sebenarnya aku di sini, duduk manis kayak anak SD, sapa yang paling anteng, dia pulang duluan tu, buat ngitung frekuensi orang-orang yang lalu lalang di terminal Purbaya. Kemudian hasilnya disetorin kerumah sakit jiwa sebagai tugas akhir buat nentuin lulus nggaknya jadi orang gila (nggak banget!!)