2.29.2012

menghapus cerita 2


Aku bergegas masuk rumah sebelum hujan turun deras. Benar saja, orang rumah menunggu kedatanganku. Meraka menyambutku penuh haru. Kakekku yang sudah tua memelukku penuh bangga disusul budheku yang tak mampu menahan air mata. Bocah dungu yang dulu suka cari ikan di kali sebelah rumah kini sudah pulang membawa bangga nama keluarga. Mungkin ini ekspresi berlebih menyambut salah seorang cucu/keponakan yang baru saja wisuda strata pertama (dan mungkin satu-satunya) tapi tak apalah untuk ukuran sebuah keluarga yang tinggal di desa.

2.17.2012

tiada lagi yang harus kutunggu

. . . .
akhirnya aku sadar
bahwa tak semua pertanyaan harus dijawab
kau bukan matahari
kau hanya pelangi
hadir dengan sejuta warna kemudian pergi
tak ada lagi cerita tentang anjing-anjing kita
tentang aroma wangi bunga-bunga di taman melati sukma
kau telah membantuku menemukan diriku
terima kasih sayangku
manisku
terima kasih