Untuk
ayah
Dulu
ketika duduk di bangku SD kelas 2 aku mendapat tugas bahasa Indonesia untuk
bercerita di depan kelas tentang ayah. Saat itu aku iri dengan temanku yang
lincah berceloteh tentang ayahnya yang mempunyai sapi, setiap hari ke sawah,
atau bekerja sebagai sopir truk. Sedang aku terdiam nyaris setengah jam di
depan kelas. Lidahku serasa kaku karena tidak tahu kata apa yang semestinya
kususun untuk bercerita tentangmu. Bukan! Bukan tidak ma(mp)u tapi aku
benar-benar tidak tahu. Aku dihukum karena hal itu.
Yah,
setelah 14 tahun berlalu, sekarang aku mempunyai cerita yang ingin kubagikan
denganmu. Kamu mau mendengarkan?