8.26.2013

dari halaman persembahan

Untuk ayah

Dulu ketika duduk di bangku SD kelas 2 aku mendapat tugas bahasa Indonesia untuk bercerita di depan kelas tentang ayah. Saat itu aku iri dengan temanku yang lincah berceloteh tentang ayahnya yang mempunyai sapi, setiap hari ke sawah, atau bekerja sebagai sopir truk. Sedang aku terdiam nyaris setengah jam di depan kelas. Lidahku serasa kaku karena tidak tahu kata apa yang semestinya kususun untuk bercerita tentangmu. Bukan! Bukan tidak ma(mp)u tapi aku benar-benar tidak tahu. Aku dihukum karena hal itu.

Yah, setelah 14 tahun berlalu, sekarang aku mempunyai cerita yang ingin kubagikan denganmu. Kamu mau mendengarkan?